merupakan tempat persinggahan bagi sepasang mermati,di surabaya pagupon sangat terkenal,karena merupakan bagian dari budaya masyarakat marginal,karena disitulah tempat bersosialisasi,nigosiasi,dan juga ajang lomba,taruhan bagi masyarakat marginal.Keberadaannya sekarang sudah hampir tidak ada karena unsur judinya sangat kental daripada nilai presticenya.
pagupon identik dengan slum (rumah gubug) disetren kali,pinggir TPA,dan dimana ada lahan disitulah akan muncul slum-slum baru.

TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG TEATER YG STRATEGIS
BalasHapusTaman Bungkul contoh taman kota yang paling ideal dan strategis,dimana disitu orang bisa menikmati sejuknya taman,dan ruang tetater yang sangat romantis,ditunjang dengan beberapa cafe yg tempatnya menyendiri jauh dari taman teater.....Sebenarnya banyak sekali lahan-lahan yg strategis yang bisa dimanfaatkan seperti tsb diatas,taruklah Sekitar monumen bambu runcing,Bunderan May Jen Sungkono,Taman gunug sari,Rolak Gunung sari,Rolak Njagir, Bekas AURORA dsb.itu klo pemerintah sedikit mau memikirkan dan merenofasi lahan-lahan tersebut,maka itu akan menjadi aset dan Inkam bagi pemerintah kota itu sendiri,apalagi masyarakat sekarang sudah mulai haus akan tempat rekreasi yang nyaman.
Tinggal sekarang pemerintah tangap apa tidak akan kebutuhan rekreasi bagi warganya,jangan hanya ngejar-ngejat PK5 saja,tapi bagaimana mereka di koordinir,dibina,diajari, mencari jalan keluar,gimana caranya mereka supaya ikut bertanggung jawab dan mempunyai rasa memiliki atas kebersihan,keindahan,dan kerindangan suasana kota karena, itu juga bagian dari mata rantai dari Kompleksitas Taman kota,dan saya kira tidak bisa dipisahkan: Taman kota,Teater,Cafe,tempat parkir itu sebetul hal yang mendasari bagi terciptanya "Taman Kota" yang ideal. ----Nonots----
Essays on Ideology
BalasHapusBagikan
06 Agustus 2009 jam 7:40 | Sunting Catatan | Hapus
Louis Althusser,di dalam Essays on Ideology, membedakan dua jenis aparat(apparatus)yang membentuk sebuah negara.
Pertama,yang disebut Aparat Negara(statte Aparatus)atau Reppresive Apparatus (RSA),yaitu pemerintah,administrasi negara,angkatan bersenjata,polisi pengandilan,penjara dan sebagainya,yang kesemuanya berfungsi lewat penekanan (repression)dan kekerasan (violence).
Kedua , adalahIdeologocal State Apparatus (ISA),seperti organisasi agama,organisasi pendidikan,organisasi politik,serikat dagang,komunikasi,organisasi kulturalyang kesemuanya ini berberfungsi tanpa kekerasan(non-violence) tetapi lewat mekanisme ideologi,Disebabkan fungsinya yang berbasispemaksaan dan kekerasan,maka sesungguhnya alat-alat negara ini justru mempunyai peluang yang besar dalam melakukan berbagai bentuk kejahatan negara(state criminality),seperti penculikan,pembunuhan,penghilangan orang,perampasan hak milik,pembongkaran paksa.Dan ketika mesin-mesin kekerasan negara menyebarkan virus-virus kejahatannya ditengah-tengah masyarakat,maka setiap orang menjadikan kekerasan sebagai model di dalam menyelesaikan setiap persoalan;kekerasan politik.kekerasan ekonomi,kekerasan budaya--the violence machine.---nonots---